MAKASSAR, FaktualSulsel.com – Pemberdaya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Sulawesi Selatan dari kalangan pendamping, konsultan dan akademisi mendorong agar secara khusus adanya payung regulasi yang secara khusus mengatur tentang UKM Naik Kelas. 

Regulasi ini diharapkan bisa menjadi pegangan terkait defenisi maupun indikator UMKM naik kelas. Diperlukan sinkronisasi pentahelix dari unsur akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media untuk saling melengkapi dan mempercepat  pengembangan UMKM.

Demikian antara lain poin rekomendasi saat puluhan pemberdaya usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berkumpul di UKM Center, Jl. AP. Pettarani Makassar, Selasa (15/8/2017).

Mereka berkumpul mendiskusikan tentang model pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam kegiatan FGD atau Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) Korwil Sulsel.

Diskusi grup terfokus ini juga menjadi even penutup rangkaian semarak hari UMKM nasional yang diperingati setiap tanggal 12 Agustus. Sebelumnya beberapa kegiaatan sukses digelar, antara lain sales competition, entrepreneur club “UMKM Kuat, Bangsa Berdaulat”, Pelatihan aplikasi keuangan SIAPIK, Workshop branding bagi UMKM dan Ngopi bareng komunitas Akumandiri.

Asdar Marzuki, perwakilan dari PUPUK (Perkumpulan Untuk Peningkatan Usaha Kecil) mengatakan, program pendampingan aatau pemberdayaan UMKM diharapkan jangan “asal jalan” atau tumpang tindih. Perlu ada mapping resource “siapa mengerjakan apa” secara tepat oleh beragam lembaga dan nasosiasi yang peduli pada UMKM, ujarnya. 
Ia juga menyoroti iklim berusaha yang belum kondusif sehingga perlu dituangkan dalam perda sehingga ada acuan bagaimana berbagai pilar-pilar penguat saling berhubungan.

Adapun Dr. Idris Parakassi dari Pinbuk Sulsel menekankan pentingnya upaya membangun ide bisnis yang dapat terintegrasi dengan sumber-sumber usaha yang lain,mulai bahan baku, kemasan, pemasaran, dan permodalan. Sehingga dapat kuat untuk satu sama lain jika disandingkan. 

Ketua ABDSI Korwil Sulsel, Salman Sahmad mengatakan, kegiatan FGD digelar dalam upaya makin menguatkan eksistensi UMKM di Sulsel, dengan merumuskan sejumlah rekomendasi bagi para perumus kebijakan dalam pemberdayaan UMKM.

“ABDSI berupaya terus mendorong pelaku UMKM agar bisa naik kelas dengan terus meningkatkan kualitas diri sebagai entrepreneur serta meningkatkan manajemen usaha dan kualitas produknya,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini dibahas beberapa model pemberdayaan UMKM antara lain inkubator bisnis, social entrepreneur, klaster dan sentra dan best practice model pemberdayaan yang telah dilakukan di Sulawesi Selatan. 

Kegiatan FGD yang dipandu Bahrul ulum ini secara umum menghasilkan kerangka regulasi dan institusional yang mampu mendorong UMKM Naik Kelas, bagaimana para stakeholder menyedakan layanan dalam mendukung UMKM naik kelas serta apa saja tantangan dan peluangnya.(**)