Makassar, Inspirasisulawesi.com – Public expose Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, dalam Capaian Program JKN-KIS dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Indonesia, bersama awak media dikantor BPJS Kesehatan Makassar, Jalan AP. Pettarani, Selasa 22 Agustus 2017.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Makassar, Unting Patri Wicaksono Pribadi menjelaskan, saat ini ada 96 ribu kita proyeksikan kepesertaan hingga akhir 2017. Namun, peserta yang mendaftar dan belum mengaktifkan ada 16 ribuan.

“Implementasi program JKN-KIS yang baru 3,5 tahun, nyatanya tidak hanya berdampak terhadap pelayanan kesehatan, tetapi juga perekonomian. Menurut penelitian LPM FEB Universitas Indonesia, kontribusi JKN-KIS terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2016 sebesar 152,2 triliun dan di tahun 2021 bisa mencapai 289 triliun. Program ini pula meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia sampai 2,9 tahun,” papar Unting.

Unting menambahkan, cakupan JKN-KIS Cabang Makassar hingga saat ini adalah mencapai 2,6 juta dari perkembangan jumlah peserta JKN-KIS terhadap populasi penduduk. Suksesnya program JKN-KIS adalah adanya saling kerjasama dengan pemerintah.

“Contoh lain pula, BPJS Kesehatan harus memastikan suatu rumah sakit itu harus selektif dalam memeriksa kondisinya, yakni dari segala ijin operasional, ijin praktek, standar ruangan dan standar operasi, serta kelengkapan lainnya,” tegasnya, saat didampingi Saiyed A G Assaqqaf, Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik.

Adapun pencapaian kinerja Program JKN-KIS untuk BPJS Kesehatan Cabang Makassar yang mencakup Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar, mengalami peningkatan.

“Sampai dengan 30 Juni 2017, jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Makassar mencapai 2.450.618 jiwa. Termasuk didalamnya peserta yang didaftarkan dan diintegrasikan dengan program JKN-KIS oleh Pemkot Makassar sebanyak 157.289 jiwa,” ungkap Unting dihadapan wartawan.

Dalam implementasi Program JKN-KIS, prinsip managed care diberlakukan, dimana terdapat 4 (empat) pilar yaitu promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Sekaligus merupakan implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan perwujudan kegiatan peningkatan aktifitas fisik, pengukuran kebugaran dan kegiatan promosi kesehatan.

Sekedar diketahui, selain dikantor BPJS Kesehatan ada tiga kanal pendaftaran di JKN-KIS untuk lebih memudahkan, yang pertama melalui kantor Kelurahan/Kecamatan, kedua call center 1500400 BPJS Kesehatan, ketiga melalui Aplikasi JKN Mobile BPJS.

Sumber: Vigo

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *