Tanah Toraja, Faktualsulsel.com – Berbagai kegiatan adat mewarnai peringatan HUT Tana Toraja ke-61 dan dan Hari jadi Toraja ke-771 (31/08/18). Kegiatan tersebut dimeriahkan oleh peserta didik dari berbagai sekolah dan jenjang di Tana Toraja dan masyarakat umum yang berasal dari 18 kecamatan, secara bersama-sama menarikan berbagai macam jenis tarian seperti tari Magellu, Mapellek, Marinding, tari Marondo, dan Manimbong.

Masyarakat juga disuguhkan pawai hasil pertanian yang dikembangkan di Kab. Tana Toraja sebagai bentuk ucapan syukur dan sekaligus sebagai salah satu pilar Toraja Maelo; jangan biarkan rakyatku lapar. Pawai tersebut dirangkai dengan tarian dan lagu yang dibalut oleh paduan musik tradisional suling te’de, geso’-geso’ (dawai) dan aransemen sound music secara menarik, menjadi salah satu daya tarik acara yang menyita perhatian semua tamu undangan dan masyarakat.

Masyarakat juga disuguhkan pawai hasil pertanian yang dikembangkan di Kab. Tana Toraja sebagai bentuk ucapan syukur dan sekaligus sebagai salah satu pilar Toraja Maelo; jangan biarkan rakyatku lapar. Pawai tersebut dirangkai dengan tarian dan lagu yang dibalut oleh paduan musik tradisional suling te’de, geso’-geso’ (dawai) dan aransemen sound music secara menarik, menjadi salah satu daya tarik acara yang menyita perhatian semua tamu undangan dan masyarakat.


Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Ge’tengan, Kec. Mengkendek dihadiri oleh Pejabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono, Bupati Tana Toraja dan Toraja Utara, Wabup Tana Toraja, Ketua DPRD Tana Toraja, dan unsur muspida dari Tana Toraja, Toraja Utara dan Pemprov Sulsel. Dengan mengusung Tema “Budaya Toraja Perekat Bangsa”, refleksi kali ini dari forum umat antar beragama mengajak para undangan untuk bersyukur, menciptakan kedamaian, hidup rukun dalam toleransi, dan mengingatkan setiap elemen masyarakat dan pemerintah agar kualitas pendidikan di Tana Toraja dapat menjadi tonggak dan motor penggerak dalam pembentukan akhlak dan sebagai bingkai dalam pembangunan Toraja Maelo.


Dalam rangkaian acara tersebut, Soni Sumarsono mengajak seluruh undangan untuk mencicipi Kopi Toraja yang disebutnya Kopi Toraja Maelo. Didampingi oleh Bupati Tana Toraja, Toraja Utara, dan Wabup Tana Toraja, Ketua DPRD Tana Toraja dan DPRD Prov. Sulsel serta perwakilan dari Kementrian Pertanian, Soni pula secara bersama-sama menanam kopi Toraja secara simbolis, yang bermakna kopi Toraja sebagai lumbung sentra penghasil kopi Nasional yang layak menjadi pioner dalam penghasil buah kopi terbesar dalam skala nasional.


Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae mengimbau agar kegiatan budaya dalam mengisi HUT Tana Toraja agar terus dilestarikan. Beberapa tokoh masyarakat yang turut diwawancarai memiliki harapan yang sama agar Tana Toraja ke depannya memiliki inovasi dan kreativitas dalam menumbuhkan berbagai macam produk pembangunan, termasuk pembangunan manusianya melalui pendidikan formal dan budaya yang menjadi perekat dan esensi dalam pembangunan manusia sesuai pilar pembangunan Tana Toraja: jangan biarkan rakyatku lapar, jangan biarkan rakyatku bodoh, dan jangan biarkan rakyatku sakit.

Sumber: ***MF