Pangkep, Faktualsulsel.com- kupu-kupu putih penyebar serbuk beracun kembali menyerang permukiman warga dan para pengguna jalan di sejumlah kecamatan di Pangkep, Sulawesi Selatan, terutama pada malam hari. Warga yang terkena serbuk kupu-kupu putih beracun ini mengakibatkan sekujur tubuh terasa gatal-gatal dan kulit memar.

Kupu-kupu yang berjumlah ribuan ini mulai muncul petang hari dan mengikuti sumber cahaya lampu di malam hari, termasuk lampu kendaraan di jalan raya. Serangan kupu-kupu putih beracun ini terjadi sejak sepekan terakhir.
Rauf, warga Kelurahan pabundukang,kecamatan pangkajene,kabupaten,pangkep, kupu-kupu beracun ini muncul bersamaan musim panen padi petani yang tengah berlangsung di sejumlah kecamatan, di kab. Pangkep.

Warga yang bersentuhan atau berada di bawah kerumunan kupu-kupu putih beracun ini, kata Rauf, akan merasakan kulit mereka gatal-gatal dan memar di sekujur tubuh. Untuk menghindari serangan kupu-kupu beracun di malam hari, warga umumnya lebih memilih berdiam diri di rumah sambil mematikan lampu.

“Kalau malam lebih baik saya berada di dalam rumah daripada bepergian. Warga yang terkena serbuk kupu-kupu akan terasa gatal dan menggaruk sepanjang malam. Selain itu, kulit juga memar kemerah-merahan,” ujar Rauf

Meski setiap musim panen mengganggu, hingga kini warga dan pemerintah setempat belum menemukan cara efektif membasmi kawanan kupu-kupu beracun dalam jumlah besar ini lantaran menyebar di berbagai tempat pada malam hari.

Belum diketahui dari mana sumber penyebaran kupu-kupu dalam jumlah ribuan setiap malam tersebut. Namun, warga menduga kupu-kupu tersebut berasal dari kepompong ulat yang menyerang padi mereka.

Masyarakat pabundukang, mengharap ada solusi dari pemerintah untuk mengatasi kawanan kupu-kupu putih tsb.

Laporan: Fatma

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *