Pangkep, Faktualsulsel.com- uncak acara kegiatan prosesi Tammu Taung Pulau Pajenekang, Desa Mattiro Deceng, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkep, Jum’at 28 September 2018 berlangsung sukses, semarak, tertib, aman dan lancar.

Tammu Taung ternyata merupakan tradisi kegiatan tahunan yang mempesona, menarik dan memberi kesan kepada tiap pengunjung yang datang di pulau yang terletak sekita 10 mil laut lebih dari kota Makassar dan 20 mil dari kota Kabupaten Pangkep.

Tammu Taung adalah prosesi ritual tahunan yang sangat popoler dan disakralkan sebagai kegiatan unggulan dan diandalkan merupakan kebanggaan tersendiri warga yang tinggal di pulau ini. Kegiatan Tammu Taung berlangsung 3 pekan sepegaimana diungkapkan Abdullah sekretaris panitia kali ini sekaligus juru bicara adat pulau ini. Jum’at pertama tiap bulan Muharram masyarakat pulau Pajenekang melakukan tradisi yang disebut Akkaluku lolo, Jum’at kedua melakukan Pecah surah (ajjepe), dan di Jum’at ke tiga, satu hari sebelum itu tepatnya hari kamis pagi jam 10 00 Wita lembaga adat pulau Pajenekang menaikkan bendera merah putih secara adat di depan gallarrang.

Kemudian setelah shalat Isya lembaga adat bersama para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama melakukan zikir bersama serta lantunan lagu-lagu thasyauf diiringi rebana. Kedian esok harinya yakni Jum’at masuk Acara puncak, diawali pagi jam 10 00 wita lembaga adat kumpul bersama di Balla lompoa dengan melakukan satu rangkaian tradisi aru pendek di depan gallarrang lalu gallarrang bersama rombongan mengelilingi pulau Pajenekang sebelum masuk Ziarah kubur di makam gallarrang lebih dahulu disambut dengan A’ngaru oleh jubir adat.

Dan setelah Jum’at lembaga adat bersama tamu-tamu undangan, baik pejabat daerah maupun pejabat provinsi mengikuti acara puncak yang intinya membacakan sejarah pulau Pajenekang oleh salah satu anggota Dewan adat.

Puncak acara Tammu Taung kali ini dihadiri oleh Dinas Kelautan Provonsi dalam hal ini cabang Dinas Pangkep Ir Muh Maja, M.Si, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Akmaluddin beserta anggotanya, camat Paharuddin, S.Sos, meakili Bupati Pangkep, anggota DPRD Provinsi Sulawrsi Selatan Ibu Faradillah Afdal, SH, MH, Kapolsek Liukang Tupabbiring AKP Aris Sumarsono, wakili Kapolres Pangkep, Kepala Desa, Hasbar dan Kepala Desa Mattiro Ujung, Hasanuddin.
Oleh MC tujuan Tammu Taung diantaranya untuk menjalin silaturrahmi dan perjodohan (mencari odo-odo, bahasa Makassar ; mencari jodoh. red).

Dinas Pariwisata dalam sambutannya mengatakan bahwa Kebudayaan Tammu Taung ini sudah masuk Promosi Spermonde (gerakan pembangunan wisata bahari pada gugisan kepulauan mencakup Lk Tupabbiring dan Lk Tupabbiring Utara.

Sumber: Hamza Sampo

By Redaksi

One thought on “Tradisi Tammu Taung Pulau Pajjenekang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *