Pangkep, faktualsulsel.com- Sebagai lembaga swadaya masyarakat yang mengawal dan sering mendengarkan keluhan masyarakat terkhusus masyarakat petani, sangat prihatin melihat kondisi pertanian yang ada di Indonesia Khususnya kab. Pangkajenne dan kepulauan,  terkait dengan  pupuk, bantuan Alsintan dan program yang lain  semua dilakukan dengan niat tulus yang baik dari pak mentan hanya saja rusak  dan masuk kategori gagal di karenakan persoalan  kelangkaan pupuk,  sebenarnya pupuk tidak langka hanya saja ada yang tidak singkron,” Ujar Ahmad Andi Baso Ketua Lipan kab. Pangkep yang mana juga merupakan salah satu pensiunan Penyuluh senior  pertanian. Kamis, 30 Desember 2021.

Beliau mengungkapkan bahwa persoalan pupuk ini adalah persoalan yang rumit makanya tidak pernah tuntas padahal  sebenarnya tidak susah jika yang berkepentingan mau memperbaiki  semuanya terkhusus di ERDKk. Karena ini yang menentukan semuanya, makanya kami dari Lsm Lipan Kab. Pangkep telah bekerja hampir sebulan mengkaji permasalahan pupuk ini,  bahkan sudah ada yang kami laporkan ke pihak APH, dan sekarang kita masih bekerja keras untuk mencari akar permasalahan yang sesungguhnya.

Di tempat lain ketua umum Lipan Indonesia Muh Natzir Azis yang biasa disapa Daeng joa menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Lipan kab. Pangkep sangat luar biasa, saya sudah menginstrusikan sebisanya bongkar sampai akar akarnya.

Persoalan kelangkaan pupuk di kab. Pangkep, saya sendiri yang langsung menerima pengaduan mereka dan sangat miris mendengarnya, mereka para petani butuh pupuk karena tanaman mereka sudah umur 30 hari setelah tanam, saatnya di beri pupuk namun pupuk tidak ada di gudang pengecer,  yang lebih menyengat hati saya setelah mendengar laporan petani bahwa sebenarnya  mereka masih punya sisa kouta pupuk tahun 2021 tapi sudah habis katanya. 

Menurut abd Rauf dia sudah mengecek langsung terkait sisa pupuk kelompok tani tersebut  menurut perkataan salah satu pegawai distributor pupuk yang ada  di kab. Pangkep mengatakan bahwa pupuk yang tidak ditebus  tidak bisa diambil lagi karena sudah lewat masa tebusnya, dan pupuk yang ada belum bisa di bagi karena ERDKK belum ada. Yang menjadi pertanyaan kami distributor. tebus pupuk yang ada digudangnya gunakan ERDKK kapan ? 2021 atau 2022. Karena menurutnya distributor ERDKK 2022 belum ada.

laporan: Abd. Rauf

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.