Tana Toraja, faktualsulsel.com- Baru-baru ini, Seprianus Sambira Bonga mengunjungi Sawitto, daerah bersejarah yang terletak di Kabupaten Pinrang, Sulsel. Kehadiran kader KNPI DPD II Tana Toraja itu untuk menghadiri undangan Keluarga Besar Kerajaan Sawitto pada 26 Juni 2022 sebagai agenda menjalin hubungan silahturahmi antara Simbuang dengan Kerajaan Sawitto yang telah terputus puluhan tahun silam.

Di rumah berarsitektur adat Bugis, Seprianus menguraikan benang merah sejarah berdirinya Kerajaan Sawitto yang tak lain adalah bagian dari Wilayah Adat Simbuang. “Sawitto itu adalah cucu dari Simbuang, dan di waktu lampau kedua masyarakat kedua daerah saling mengunjungi. Namun kemudian terputus oleh kondisi puluhan tahun silam,” ungkapnya.

Pemuda yang juga Kader Pemuda Adat Simbuang dan Kabiro Kebudayaan Pemuda Katolik Tana Toraja ini menguraikan keinginannya yang kuat untuk terus menggali sejarah Simbuang sebagai wilayah adat yang otonom pada masanya yang meliputi Kec. Simbuang dan Kec. Mappak. Dirinya bahkan mengajak warga Sawitto bersamanya untuk mendalami hubungan emas Kerajaan Sawitto dengan Simbuang dan mendorong generasi muda Simbuang agar memelihara adat dan budaya yang ada di Simbuang.

Simbuang sendiri terletak di bagian Barat Kab. Tana Toraja, dengan angka populasi manusia sebanyak 6500an jiwa, dan topografi alam berbukit dengan potensi tananam jangka panjang adalah pohon kopi. Masyarakat Simbuang dikenal masih mempertahankan beragam ritual adat Aluk To Dolo dengan nilai kegotongroyongan yang masih tinggi dan terjaga dengan harmonis.

Kehadiran Seprianus di Sawitto sebagai pemateri lebih jauh mengungkapkan keberadaan prasasti Batu Tallu yang masih berdiri kokoh di Simbuang. Batu Tallu merupakan batu yang menandai empat daerah penting yaitu Sa’dan di Toraja Utara, Sawitto di Pinrang, Rantebulahan di Mamasa, dan Panassang di Simbuang, yang bermakna bahwa keempat daerah tersebut bagian dari sejarah berdirinya prasasti itu.

“Di sini saya mau mengatakan bahwa Panassang ini adalah nama kampung di masa dulu, yang kemudian nama menjadi Simbuang, karena adanya batu itu. Itulah mengapa ada hubungan baik yang terjalin antara Sawitto, Mamasa, Sa’dan, dan Simbuang”, pungkas Seprianus.

Pemuda 21 tahun yang juga Ketua PSI DPC Simbuang itu mengatakan kepada masyarakat bahwa dirinya ingin mencetak sejarah baru dengan mengangkat kembali hubungan baik keempat daerah dalam sebuah pertemuan atau kombongan agar harmonisasi yang tercipta di masa lalu menjadi Energy of Harmony bagi semua masyarakatnya, terutama mendorong generasi mudanya untuk menggali dan melestarikan sejarah mereka, termasuk hubungan silsilah di dalamnya.

Perlehatan sehari yang ramai diikuti warga Sawitto diakui oleh tokoh-tokoh sejarah Sawitto tentang kebenaran sejarah yang dikupas tuntas oleh Seprianus. Teringat jelas dalam benak dalam diri Seprianus utusan yang hadir dating dari wilayah SmS, Suppiran Mesakada, dan Sali-Sali. SmS ini adalah bagian dari Toraja secara wilayah adat dan budaya, di mana daerah ini juga adalah adat Sangsaluan, dan Gelar wilayah Suppuran ini adalah Suluran Bassi, tutupnya.

Narasumber : Seprianus Sambira Bonga
Editor: Sumartoyo

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.