Pangkep, FaktualSulsel. Com – Reses masa sidang ke II Tahun 2022 DPRD Kabupaten Pangkajene dan kepulauan untuk daerah pemilihan 1 Minasatene, Pangkajene dan Balocci, yang berlangsung di Kantor Kelurahan minasatene Kecamatan minasatene Kabupaten Pangkep Padang Rabu, 20 Juli 2022.

Nara sumber dalam hal ini Anggota DPRD kabupaten Pangkajene, dari Fraksi Partai PPP H. Muh. Arifin, SH, dihadiri Lurah Anwar Bahar, S.Sos, KUA Sahabuddin, Babinsa Muh. Syarif, Bhabinkamtibmas Udin Syamsuri, diikuti staf jajaran Kelurahan beserta perangkat dan aparat, para petugas nakes, sosial, agama, Kepala lingkungan, RW, RT, para TOMAS, Toga, Toda dan segenap para undangan.

Disampaikan Nara sumber H. Muh. Arifin, pertama, kami melaksanakan reses tentu ada yang ingin kami capai, kami anggota DPRD dari dapil 1 minasate, Balocci dan Pangkajene maka kepada para anggota dewan jadi tugas kami untuk turun ke masyarakat.

Kedua kami akan mencatat dan menindaklanjuti apa-apa yang menjadi usulan pada hari ini yang pokok yang lalu sudah masuk dan tentunya yang akan terjadi di perubahan.

Lanjut mantan Sekper PT. Semen Tonasa H. Arifin, keberadaan kami sekarang selaku anggota DPR kami harus terlibat bagaimana Pangkep ini di mana saat ini harus berlangsung dengan baik.

Kata H. Arifin, ada kepentingan masyarakat di sini yang tentunya belum tuntas termasuk pasar dan ruas jalan yang kira-kira ada berjumlah 32 ruas jalan karena hujan dan masalah lainnya hingga mengalami kerusakan. Kami telah menghadap di Dinas perhubungan di Kementerian perhubungan dan membahas masalah perkeretaapian, dan sesuai proposal yang kami bawa 32 ruas jalan ini akan diperbaiki pada saat pekerjaan kereta api berbarengan hingga telah selesai.

Kata H. Arifin lagi, menyangkut pasar tentunya hal ini karena belum tuntas masalah lokasinya di kantor daerah. Padahal menurut dirjen perkeretaapian dananya sudah siap jika Pemda Pangkep sudah ada lahan 1 miliar ini untuk lahan maka kalau ada lahan kemungkinan akan turun sedikit dari keseluruhan dana untuk pasar 3,1 milyar. Jadi dana untuk perbaikan jalan dan masalah perbaikan pasar itu sudah di persiapkan dan siap untuk diperbaiki.

Ditambahkan H. Arifin bahwa di provinsi Sulawesi Selatan Ini ada satu kabupaten yaitu Kabupaten Pangkajene dan kepulauan yang akan diadakan pengerukan sungai di daerah Solok sana untuk keluar ke pulau karena pada saat air pasang biasa terjadi lancar tetapi pada saat surut biasa terjadi pendangkalan.

Di sebagian besar daerah Minasate saat ini biasa terkena banjir karena sungai yang ada di Maleleng sana biasa tidak bisa menampung banyaknya air yang lewat, ujarnya.

Yang menarik dari reses ini adalah saat munculnya usulan dari salah seorang tokoh peserta reses dari salah satu dari sejumlah usulan bahwa pembangunan kantor dan rumah jabatan Lurah Minasatene agar dipindah dan dibangun di rumah jabatan Camat atau yang sejak dahulu lebih dikenal dengan rumah presiden.

Kontan dibatalkan kembali setelah mendapat tanggapan dengan baik oleh pemateri narasumber H. Arifin usah mendapat masukan pertimbangan dari salah satu anak keluarga pemilik tanah yang dibebaskan oleh pemerintah daerah Kabupaten Pangkajene dan kepulauan (dalam hal ini Bupati Pangkep saat itu H. M. Natsir), bahwa rumah Presiden tersebut adalah merupakan monumen rumah bersejarah aset milik pemerintah Kabupaten Pangkajene dan kepulauan.

Oleh Arifin sepakat untuk mengembalikan pembangunan rumah Presiden tersebut kepada tujuan awal peruntukannya. Rumah tersebut diikhlaskan oleh pemiliknya H, M. Sampo P., Alm (pensiunan pejuang angkatan 45 Veteran Republik Indonesia) kepada pemerintah dengan maksud semula tersebut sebagai rumah bersejarah Kabupaten Pangkep, rumah yang dibangun untuk digunakan Presiden Republik Indonesia Suharto dan setiap para pejabat tinggi yang datang ke daerah ini (Pangkep) di masa itu.

Karena itu pula jalan di depan rumah Presiden tersebut dinamakan Jalan Cendana.

( deden )

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.