Tana toraja, FaktualSulsel. Com — Ipda John Sansri Nibel, M.A.P adalah salah satu perwira polisi yang saat ini menjabat sebagai Kaurbinops Satlantas Polres Tana Toraja. Selain menjalankan tugasnya di Porles Tana Toraja, ia kini menjadi salah satu polisi dari 140 Personil yang akan dikirim ke misi perdamaian PBB di Afrika Tengah. Ia merupakan satu-satunya perwira polisi yang mewakili Polda Sulawesi Selatan untuk bergabung dalam satuan tugas Garuda Bhayangkara FPU 4 Minusca yang rencananya akan diberangkatkan pada tanggal 18 September 2022.
Nibel, sapaan akrabnya, merupakan salah satu putra asli Toraja yang lahir pada tanggal 24 April 1989. Terlahir dari orangtua yang berprofesi sebagai guru, menjadikannya anak yang disiplin dan selalu memotivasi dirinya untuk terus maju, dan memiliki keinginan belajar yang tinggi terhadap hal-hal baru yang mampu meningkatkan kapabilitas dirinya sehingga dapat bermanfaat bagi orang lain maupun organisasi.
Sejak kecil ia telah menorehkan prestasi mulai tingkat SD sampai dengan tingkat SMA dengan selalu berada di peringkat tiga besar di kelasnya. Alumni dari SMA Kristen Barana Toraja Utara tahun 2007 ini dikenal sebagai seorang individu yang sangat humble dan memiliki semangat yang kuat untuk mewujudkan setiap mimpinya.
Putra dari pasangan Bulla dan Tina ini berhasil meraih gelar sarjana dan magister di sekolah kedinasan STIA-LAN Makassar. Kegemarannya untuk selalu belajar telah membawanya mendapatkan Beasiswa Doktoral dari LPDP. Tak tanggung-tanggung predikat sebagai peacekeeper (Pasukan perdamaian PBB) dan awardee LPDP didapatkannya di Tahun yang bersamaan yaitu Tahun 2022.
Prestasinya ini tidak didapatkannya dengan mudah, pelatihan fisik dan kemampuan Bahasa Inggris lah yang telah mengantarkannya sampai ke titik pencapaian saat ini.
“Terimakasih kepada rekan-rekan, tentunya ini semua adalah berkat Tuhan. Saya percaya ini bukan hanya kerja keras saya sendiri,namun doa dari keluarga dan rekan-rekan lah yang selalu saya jadikan sebagai vitamin atau motivasi ketika saya mulai merasa lelah, yang pada akhirnya dapat mengantarkan saya sampai ke titik ini. Seperti idiom (ungkapan dalam bahasa inggris) “Kill two birds with one stone”, yang saya terapkan dalam pencapaian saya saat ini, saya memberanikan diri dan memberikan yang terbaik untuk mengikuti seleksi beasiswa LPDP dan pasukan perdamaian PBB dalam waktu yang bersamaan. Namun ketika dinyatakan lulus untuk mengikuti pelatihan pra penugasan Satgas FPU 4 Minusca, saya sempat ragu untuk bisa megambil beasiswa LPDP karena harus memilih diantara keduanya, namun Puji Tuhan dari LPDP memberikan waktu 18 bulan untuk mencari LOA, sehingga jika Tuhan berkenan setelah pulang dari misi nantinya selama 1 tahun disana, saya akan Kembali melanjutkan program Doktoral tersebut”
“Terimakasih kepada Polri yang telah memberikan banyak kesempatan untuk bisa mengasah diri lewat berbagai pelatihan. Melalui Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Lemdiklat Polri), saya bisa meningkatkan kapabilitas saya sehingga bisa bermanfaat bagi orang lain dan sebagai peacekeeper. Mohon doanya semua semoga kami sebagai representasi dari Negara Republik Indonesia dan juga Polri selalu diberikan kesehatan dan keselamatan tanpa ada kendala dalam menjalankan misi ini, sehingga mandat PBB yang kami laksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Afrika Tengah”

Deden

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.