MAKASSAR, faktualsulsel.com – Konferderasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sulawesi Selatan menggelar kegiatan dialog bersama Polda Sulsel, Pertamina dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan di Cafe Turatea No. 7, Jl. H. Bau Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Rabu (14/9/2022) pukul 09.00 wita.

Tujuan dialog tersebut mencari solusi bagi para pekerja yang terdampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Adapun Narasumber Dialog yakni Gubernur Sulsel diwakili oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Ardiles Saggaf. S.STP.,M.Si), Kapolda Sulsel diwakili oleh Kasubdit Bhabinkamtibmas Polda Sulsel (Kompol Muhammad Idris, S.sos., M.H) dan dari pihak PT. Pertamina Persero Regional VII.
Moderator Abd. Muis, S.H (Sekretaris DPD KSPSI Sul-sel yang juga ketua FSP NIBA KSPSI) dan turut hadir para pengurus dan ketua dari Federasi dan konfederasi serikat pekerja KSPSI Sulsel.

Ardiles Saggaf menjelaskan dihadapan awak media ’’bahwa dalam dialog hari ini merupakan kegiatan yang patut diapresiasi dan sangat penting bagi kaum pekerja/buruh, dengan adanya dampak kenaikan BBM, pemerintah harus turun tangan mencari solusi, dengan adanya dampak tersebut ada tiga kebijakan besar pemerintah yang disampaikan oleh rekan-rekan buruh yakni, Bantuan langsung tunai, Kebijakan bantuan subsidi upah dan Subsidi transportasi’’, jelasnya.

Salah satu kebijakan pemerintah untuk kaum buruh yaitu menyangkut bantuan subsidi upah merupakan bantuan subsidi upah yang diarahkan kepada pekerja yang mempunyai gaji dibawah 3,5 juta dan pekerja yang aktif di BPJS Ketenagakerjaan. Untuk tahap pertama khususnya Sulawesi selatan ada sekitar 75 ribu calon penerima dan sudah dilakukan validasi oleh Kemenaker sebanyak 66 ribu dan sudah siap dilakukan transfer melalui rekening grup ambara yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Dan untuk pekerja yang belum mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan dari perusahaan kami masih merancang skemanya seperti apa nantinya’’, lanjutnya.

Sementara Abd. Muis, S.H (Sekretaris DPD KSPSI Sulsel) menjelaskan bahwa ’’pada hari ini Kami dari DPD KSPSI Sulawesi Selatan menggelar dialog terkait kenaikan harga BBM sebagai bentuk menyikapi permasalahan dan aspirasi dari rekan-rekan pekerja/buruh kami sampaikan kepada pemerintah provinsi dan dari pihak kepolisian. Kami sangat berharap ada solusi yang diberikan oleh pemerintah. Kami meminta kepada pemerintah pusat agar diberikan solusi yang terbaik termasuk bantuan subsidi upah tetap sasaran dan upah di tahun 2023 mendatang dinaikkan 30%. Dampak dari kenaikan BBM ini sangat memberatkan pekerja/buruh serta mempengaruhi produktivitas, peningkatan kesejahteraan pekerja, karena bahan pokok pasti akan naik. Kami

’’Kami dari pihak polri memberikan apresiasi dalam dialog hari ini dan kami berharap agar keamanan di Kota Makassar dan provinsi Sulawesi dapat kita jaga dengan baik’’, tutup Kompol Idris.

Laporan : Ulla’ Taruna

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.