PT. Semen Tonasa Group

faktualsulsel.com-Parepare – Warga sekitar lapangan sumpang minangae sontak geger, pasalnya telah pada hari Rabu malam, sekitar pukul 21.05 wita, tiba – tiba terjadi perkelahian 2 kelompok remaja di dalam lapangan Sumpang Minangae.

Kejadian perkelahian kelompok ini sempat di lerai oleh warga setempat, sehingga perkelahian tersebut tidak berlanjut.

Aparat Polsek Bacukiki Polres Parepare yang mendatangi lokasi kejadian, mengamankan seorang remaja yang di duga kuat sebagai salah satu pelaku perkelahian kelompok tersebut.

Remaja yang diamankan polisi tersebut berinisial RL berusia 13 tahun, yang tinggal Kec. Bacukiki Barat.

Hasil pemeriksaan polisi, rupanya Remaja RL ini adalah pelajar di salah satu SMP.

Dari RL ini, polisi pun mengetahui latar belakang terjadinya perkelahian kelompok tersebut, polisi juga mendapatkan informasi terkait kelompok remaja yang menjadi lawan dari kelompok RL (13).

Untuk mengantisipasi agar perkelahian itu berlangsung lebih lanjut, pada hari Rabu ( 26 /07/2023 ) pagi, Kapolsek Bacukiki Polres Parepare AKP Hariyullah , bersama sejumlah personilnya melakukan langkah – langkah kepolisian.

Ia bersama anggotanya bertandang ke SMP tempat RL bersekolah, bertemu dengan pihak sekolah dan memanggil 12 teman dari RL.

Hasil dari pertemuan ini dikatakan oleh Hariyullah bahwa pihak sekolah akan kembali melakukan pembinaan kepada para murid yang terlibat perkelahian, selain itu, kata Hariyullah, pihak sekolah akan memanggil para orang tua murid untuk membicarakan hal tersebut secara kekeluargaan.

Dari Kapolsek, juga di ketahui jika lawan dari kelompok RL adalah kelompok remaja dari salah satu SMA di Kota Parepare, diantaranya remaja berinisial MS (16 tahun ) dan remaja F (16 tahun).

” Hasil pemeriksaan kita semalam, diketahui jika lawan dari RL berteman adalah kelompok pelajar salah satu SMA, dan hari ini (26/07) juga, setelah bertemu dengan guru BK dari RL, kita pun lanjutkan bertemu dengan pihak sekolah SMA yang dimaksud “. Kata Hariyullah membenarkan.

Hariyullah menjelaskan pertemuannya dengan pihak SMA tempat MS (16) dan F (16) bersekolah.

Di temui oleh guru BK, serta menghadirkan MS dan F, Kapolsek meminta kepada guru BK agar permasalahan ini jangan berlanjut.

” Saat bertemu dengan guru BK, saya kami menyarankan agar dilakukan pembinaan terhadap MS dan F, pembinaan yang berpendidikan, mengingat kedua kelompok remaja ini masih pelajar, dan pelajar itu rentan pada provokasi, kami tidak menginginkan perkelahian tersebut berlanjut dan tidak ada dendam lagi diantara mereka “. Jelas Hariyullah.

Di konfirmasi lanjut oleh Hariyullah, faktor penyebab terjadinya perkelahian tersebut adalah hal sepele, yaitu persoalan tatap menatap diantara keduanya, yang kemudian berlanjut saling mengajak untuk berkelahi.

” Awalnya saling menatap, kemudian berlanjut saling mengajak untuk berkelahi “. Pungkas Kapolsek.

Dengan langkah kepolisian yang dilakukan oleh Polsek Bacukiki, diharapkan persoalan perkelahian tersebut tidak berlanjut lagi dimasa yang akan datang.

Kejadian perkelahian remaja ini pun mendapat perhatian dari publik, lantaran perkelahian tersebut di upload ke medsos IG.

(**/Bahtiar A)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *