PT. Semen Tonasa Group

faktuslsulsel.com-Parepare — Area didepan jalan masuk ke Pelabuhan Nusantara Parepare mendadak dipenuhi dengan ratusan becak, kendaraan roda tiga yang dikayuh dengan menggunakan kaki sebagai sumber tenaganya ini terparkir secara rapi disisi kanan dan kiri. Jumat (28/07/2023).

Pemandangan yang tidak biasa ini mengundang tanya dari pengunjung maupun warga sekitar yang berada di area pelabuhan Nusantara.

Gerangan apa yang terjadi ?, Seperti inilah kira-kira pertanyaan dari setiap orang yang melihat pemandangan tersebut.

Usut punya selidik, rupanya ratusan pemilik becak yang lazim di panggil “Daeng Becak”, sedang berkumpul, dan bertatap muka langsung dengan Kapolres Parepare AKBP. Arman Muis, SH, SIK, MM.

Bukan hanya daeng becak, kalangan terpinggirkan lainnya seperti tukang parkir maupun penjual asongan pun duduk dan bertatap muka dengan Arman Muis.

Tatap muka yang berlangsung di Gate Terminal Penumpang Pelabuhan atau area tempat menunggu yang di sediakan untuk penumpang, berlangsung dalam bingkai kegiatan kepolisian Jumat Curhat.

Jumat Curhat Kapolres Parepare di hadiri oleh General Manager PT. Pelindo Reg. IV Parepare Sardi ST, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Parepare Hj. Nurhayari, AMK, Kasi KBPP KSOP Parepare Abd. Latief, SH

Pada kegiatan ini, Kapolres Parepare membawa serta Kabag Ops Kompol Burhanuddin, Kapolsek KPN Iptu Sukri Abdullah, serta sejumlah perwira pertama dan bintara.

Berbagai informasi maupun kondisi sosial yang terjadi saat ini di serap oleh Arman Muis, seperti parkiran pengunjung pelabuhan yang diminta tidak menggangu aktifitas warga lainnya.

Bahkan seorang pedagang asongan yang bernama ibu Rostini mengadu kepada Arman Muis.

Ibu Rostini mengadukan perihal dirinya yang menjual makanan ringan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sering dihalau karena menjual di trotoar jalan, sementara anak jalanan yang berada dibawah lampu merah tidak pernah ditegur oleh petugas terkait.

Khusus pengaduan dari ibu Rostina, Kapolres Parepare Arman Muis memberikan pemahaman jika berjualan diatas trotoar itu tidak dibenarkan, ia pun menyarankan agar mencari tempat lain untuk berjualan yang tidak mengganggu kepentingan orang lain.

Arman juga mengatakan bahwa anak jalanan atau pengemis dan pedagang makanan diatas trotoar jalan adalah salah karena masing masing mengganggu pengguna jalan lainnya.

Rasa bahagia dirasakan oleh para daeng becak, pasalnya, mereka mendapatkan bantuan berupa beras 5kg.

Sebanyak 20 daeng becak maupun tukang parkir menerima bantuan tersebut langsung dari tangan Arman Muis.

Bukan hanya itu, 2 orang daeng mendapatkan bantuan dalam bentuk lain.

Sdr. LAHABE, yang beralamatkan di Tonrangeng menerima bantuan becak layak pakai, Sdr. Dg. Ogah menerima bantuan berupa biaya ganti sparepart becak (ban) miliknya yang rusak.

Jumat Curhat yang di laksanakan oleh Arman Muis ini merupakan kegiatan Jumat Curhat Perdana pasca menjabat sebagai Kapolres Parepare menggantikan AKBP. Andiko Wicaksono.

Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, ia pun menggelorakan semangat Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge, filosofi ini merupakan warisan leluhur tanah Bugis yang diwariskan dari generasi ke generasi, mengandung makna dan implementasi yang luas.

Jumat Curhat ini di mulai pada pukul 13.30 wita dan berakhir pada pukul 14.45, bukan hanya serapan informasi yang diperoleh, tapi juga makna senyum kebahagian dari para daeng becak yang mendapatkan bantuan langsung dari tangan Kapolres Parepare AKBP. Arman Muis.

(**/Bahtiar A)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *