Pangkep, FaktualSulsel com — Kendati dalam kondisi pakai kursi roda karena gangguan kesehatan, anggota DPRD provinsi Sulawesi Selatan dari partai kebangkitan bangsa (PKB) Drs H. Anwar A. Recca, MM masih tetap eksist dan konsisten dalam memenuhi tugas dan kewajibannya sebagai anggota DPRD, bahkan nyaris tak ada yang terlewati.

Kali ini melakukan konsultasi publik tentang transformasi penyelenggaraan perpustakaan yang diadakan di Aula SMKN 2 Pangkep, kelurahan samalewa kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep, pada Ahad, 26 Desember 2021.

Konsultasi publik yang dipimpin (moderator) oleh Andi Kemal B. ini membahas perkembangan perpustakaan dari masa ke masa ini berlangsung dengan mematuhi protokol kesehatan, dibuka secara resmi Ketua PKB Kabupaten Pangkep, Abd Rahman Assegaf.

Bertindak sebagai Narasumber Quraisy Mataqq dan Rahman Samsuddin, dan Tim perumus yang terdiri dari tim Persidangan DPRD Provinsi Sulsel Anwar Ali dan Muhammad Amiruddin, Wakil Sekretaris DPW PKB Suhardi Huding, Ketua PKB Kabupaten Pangkep, Abd Rahman Assegaf, Pengawas SMA/SMK/MA Kabupaten Pangkep Sirajuddin Mamala.

Ikut hadir sebagai peserta para Kepala sekolah, Wakasek SMA dan SMK se Kabupaten Pangkep, para Kepala perpustakaan, staf perpustakaan sekolah, Ka. Jurusan otomotif, Ka. Jurusan perhotelan, para guru terkait, para pengurus DPC PKB Kabupaten Pangkep serta undangan lainnya.

Dalam sambutan sekaligus membuka konsultasi publik Ketua DPC PKB Kabupaten Pangkep Abdurrahman Assegaf menyampaikan bahwa kita harus terus melakukan konsultasi sejatinya harus terus optimis melakukan berbagai upaya dan harus diakui kita di partai itu ada plus minusnya.

Lanjutnya, dalam pesatnya perkembangan yang membutuhkan perimbangan yang signifikan, inilah yang menjadi kontestasi kita nanti untuk memilih PKB.

Sementara pemateri narasumber pertama Quraisy Mataqq mengatakan, saya berharap dari rumusan Perda yang sedang kita susun dalam bentuk rancangan ini nantinya akan menghasilkan sebuah regulasi yang akan berujung kepada kepentingan kesejahteraan masyarakat.

Dikatakannya, peran pengganti khususnya pengelolaan perpustakaan serta sekolah lebih tersusun lagi karena dia menjadi pengelola perpustakaan yang paling dominan dalam sebuah wilayah kabupaten maupun provinsi dari rancangan perkotaan daerah ini,

Ditambahkan, juga nanti kita sangat berharap akan ada apa transformasi yang lahir bagi itu dalam bentuk pelayanan maupun dalam bentuk strategi strategi perpustakaan dalam memberi inovasi kepada pengoperasian perpustakaan.

Sedangkan pemateri narasumber kedua Rahman Samsuddin mengatakan, pada prinsipnya operator rancangan peraturan daerah tentang transformasi perpustakaan khususnya di seluruh Sulawesi Selatan sangat diperlukan karena melihat fenomena bahwa ya perpustakaan yang ada di Sulawesi Selatan, mengapa dalam proses pelaksanaannya belum maksimal sehingga dengan transformasi ini upaya dari perpustakaan nanti itu bisa maksimal dalam menjalankan perannya itu.

(Deden)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.