Makassar, faktualSulsel.com — pada tanggal 04 Maret 2022 pukul 23,20 Wita, di Lr. 13 Jl. Rajawali Kec. Mariso Kota Makassar, telah terjadi tindak kekerasan penganiayaan terhadap salah seorang warga an. Basunu alias Gilang yang dilakukan oleh Serma Didi Yudistira NRP 3920841251171 (Jabatan Baton Alber Kiban Yon Zipur 8/SMG) sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia akibat luka tusukan pada bagian dada dgn menggunakan sebuah pisau (Badik).

*Identitas korban:*

Nama : Basunu alias Gilang
Umur : 52 Tahun
Pekerjaan : Supir Angkot.
Alamat : Lorong III Jl. Rajawali Kec. Mariso Kota Makassar.

*Koordinasi kejadian :*

*Keterangan Sdri. Nursiah (istri Sdr. Basunu) :*

Sdr. Basunu alias Gilang sedang memperbaiki mobil angkot miliknya di depan rumahnya dibantu oleh istrinya dan tiba-tiba datang Serma Didi Yudistira mengatakan “kenapa kamu kerja mobil di jalan saya mau lewat, bikin macet saja kamu” dan dijawab oleh Sdr. Basunu alias Gilang ‘sabarmaki kodong Komandan karena sudah mau selesai” selanjutnya Serma Didi Yudistira kembali menyampaikan dengan mengatakan “kamu tidak mau mendengar dan tidak kenal saya kah” sambil mengeluarkan senjata mainan sehingga secara spontan Sdr. Basunu alias Gilang mengambil kunci roda dan obeng mengejar Serma Didi Yudistira disusul oleh Sdri. Nursiah (istri Sdr. Basunu).

Melihat kejadian tsb, Sdri. Nursiah (istri Sdr. Basunu) berteriak minta tolong dengan sambil berlari menyusul Sdr. Basunu yang mengejar Serma Didi Yudistira ke TKP.

Pada saat Sdri. Nursiah hampir tiba di TKP dari jarak sekitar 50 m melihat Sdr. Basunu sudah dalam keadaan terbaring di tengah jalan berlumuran darah dan Serma Didi Yudistira sudah terbaring pingsan sehingga Sdri. Nursiah (istri Sdr. Basunu) mendatangi TKP melihat keadaan Sdr. Basunu dan menampar Serma Didi Yudistira yg terbaring pingsan sambil mengatakan “kenapa kamu bunuh suamiku”.

*Keterangan Serma Didi Yudistira :*

Pada tanggal 04 Maret 2022 pukul 23.20 Wita, Serma Didi Yudistira hendak pulang ke rumahnya di Lr. 6 Jl. Rajawali 3 Kec. Mariso Kota Makassar dan saat hampir tiba di rumahnya Serma Didi Yudistira menegur Sdr. Basunu krn memarkir kendaraan di tengah jalan dengan mengatakan *”kenapa parkir di tengah jalan”* namun Sdr. Basunu tdk menerima teguran tsb lalu menyampaikan bahwa *”sy yg baru keluar dr tahanan yg bunuh anggota Kavaleri dulu”* lalu Serma Didi menyampaikan bahwa *”saya anggota dari Yon Zipur”* lalu dijawab kembali oleh Sdr. Basunu bahwa *”memangnya kenapa kalo anggota TNI ?”*
kemudian Sdr. Basunu mencabut sebilah badik dan mengambil sebuah kunci roda.

Setelah beberapa saat kemudian muncul beberapa orang rekan Sdr. Basunu sehingga Serma Didi Yudistira mundur sambil menelpon Anggota Yon Zipur yg sedang siaga di Yon Zipur namun Sdr. Basunu maju hendak menyerang Serma Didi Yudistira dengan menggunakan badik dan kunci roda.

Melihat Sdr. Basunu akan menyerang sehingga Serma Didi Yudistira reflek mencabut pistol mainan (pistol korek) namun Sdr. Basunu menyampaikan “itu bukan pistol asli” sehingga Serma Didi Yudistira lari hendak menuju rumah mertuanya untuk menyelamatkan diri karena dikejar oleh Sdr. Basunu.

Karena merasa terdesak sehingga Serma Didi Yudistira melawan dan bersamaan itu Sdr. Basunu menyerang dengan menggunakan Badik sehingga melukai Serma Didi Yudistira pada bagian kepala dan rahang yang membuat Serma Didi Yudistira oleng setengah sadar tetapi Serma Didi Yudistira masih sempat bertahan dan membalas kepada Sdr. Basunu yang mengenai ulu hati dan saat itu juga Serma Didi Yudistira tidak sadarkan diri (pingsan).

Pukul 23.28 Wita, beberapa orang Pers Kompi Markas Yonif Zipur 8/SMG mendatangi TKP dan membawa Serma Didi Yudistira ke KSA Kompi Markas Yonif Zipur 8/SMG.

Pukul 23.30 Wita, Serma Didi Yudistira tiba di KSA Kompi Markas Yonif Zipur 8/SMG ditangani oleh Praka Ovan (Piket Jaga KSA).

Pukul 23.50 Wita, Serma Didi Yudistira dirujuk menuju RS. Pelamonia Jl. Jenderal Sudirman Kec. Ujung Pandang Kota Makassar menggunakan mobil OZ milik Kompi Markas Yonif Zipur 8/SMG.

Pada tanggal 05 Maret 2022 pukul 00.10 Wita, Serma Didi Yudistira tiba di IGD RS. Pelamonia Jl. G. Tinggi Mae Kec. Ujung Pandang Kota Makassar dan ditangani oleh dr. Suciyunita (Dokter Umum UGD RS. TK II Pelamonia).

Pukul 01.30 Wita, 7 orang Pers Dokpol Polda Sulsel dpp. Aipda Asmin tiba di TKP memasang garis polisi dan melakukan olah TKP.

Pukul 01.45 Wita, 5 orang Pers Denpom XIV/4/Makassar dpp. Kapten Cpm Frans Pasaribu untuk melaksanakan olah TKP.

Pukul 02.20 Wita, jenazah Alm. Sdr. Basunu dibawa menuju RS. Bhayangkara.

Akibat kejadian :

1. Kerugian Personil :

a. Serma Didi Yudistira mengalami luka-luka :

1). Luka robek di dagu kiri panjang ± 6 cm, lebar ± 1 cm, teraba krepitasi (+) tembus sampai ke mandibula dan tampak gigi graham (7 Jahitan).
2). Luka robek di dagu panjang ± 2 cm.
3). Luka robek di kepala/ubun2 (+) panjang ± 2 cm (6 jahitan).

b. Sdr. Basunu alias Gilang meninggal dunia di TKP dengan luka tusukan pada perut bagian ulu hati.

2. Materil : Nihil.

( Nawir )

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.