Pangkep, FaktualSulsel. Com — Dandim 1421/Pkp Letkol Inf Hengky Vantriardo, SE. MM., M.Han mengatakan Pancasila merupakan perjanjian luhur para pendiri Bangsa Indonesia yang menjadi bagian tidak terpisahkan dengan kehidupan Bangsa Indonesia. Pancasila terdiri lima dasar negara disebut sebagai Ideologi dalam kehidupan bagi bangsa Indonesia, oleh sebab itu Pancasila dijadikan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia dari dulu sampai sekarang dan nanti “Bukan hanya dihafalkan namun diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari” yang merupakan urat nadi Bangsa.

Semangat kebangsaan yang terbingkai dalam “Bhinneka Tunggal Ika” harus senantiasa dijaga sehingga warga dapat membentengi diri dari Konflik Sosial dan aksi aksi lainya yang dapat merusak dan memecah belah Persatuan. Tegasnya.

Tujuan dibentuknya Kampung Pancasila untuk membangkitkan semangat Pancasila kepada Warga supaya mengingat dan melaksanakan yang sudah tertuang dan tercantum dalam Pancasila dalam rangka upaya menjaga berdiri tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lebih lanjut Dandim mengatakan, untuk menggaungkan Pancasila supaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak mudah terpecah belah oleh intoleransi kebersamaan dan persaudaraan jauh lebih penting dan harus dipupuk mulai dari dini serta dibuktikan kedalam tindakan. Dilingkungan masyarakat yang begitu beragam sehingga rentang yang namanya gesekan, kalau tidak dibina dengan baik maka oknum yang ingin memecah belah akan mudah mengadu domba. Tegasnya.

Pencanangan Kampung Pancasila di Tugu Bambu Runcing Jl. Cempaka Padoang-Doangan Kec. Pangkajene Kab. Pangkep dihadiri H. Muh Yusran Lalogau, S.Pi., M,Si (Bupati Pangkep), Letkol Inf Hengky Vantriardo, SE. MM., M.Han (Dandim 1421/Pkp), AKBP Ari Kartika Bhakti, S.I.K (Kapolres Pkp), Fajar Gurindro, SH., MH (Kajari Pangkep), Sofyan Razak, S.Pd (Wakil Ketua DPRD Pangkep), dr. Finny lestari (Ketua Persit KCK Cab XLV Pangkep) bersama Pengurus persit KCK Cab XLV Pangkep, H. Abu Bakar Sapa (Ketua MUI Kab. Pangkep), Drs. H. M. Aftar .B (Personel Kemenag), Sadar Suana, SH (Anggota PN Pkp), Para Pimpinan OPD, Danramil & PA Staf Jajaran Dim 1421/Pkp, Kapolsek, Camat, Lurah & Desa Sekab Pangkep, Ketua Organisasi Kemasyarakatan, Kemahasiswaan, Ketua HMI & BEM, Komunitas dan Insan Pers Media Cetak dan Elektronik dan ditandai dengan pembacaan Teks Pancasila Oleh Bupati Pangkep dilanjutkan dengan pelepasan Balon oleh Forkopimda dan seluruh hadirin.

Kata Dandim 1421/Pangkep, Tugu Bambu runcing dipilih sebagai lokasi pencanangan Kampung Pancasila yang berada di Kelurahan Padoang-doangan Kecamatan Pangkajene karena di lokasi ini merupakan kampung yang sangat majemuk terdiri dari berbagai RAS tetapi sangat rukun dan damai. Pancasila merupakan lambang dasar Negara Indonesia sebagai simbol bangsa yang di dalamnya memiliki arti dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika “Penuh perbedaan” tetapi perbedaan kita harus bersatu dan lebih rukun karena kita merupakan warga negara Indonesia yang terbingkai dengan Bhinneka Tunggal Ika.

Pancasila Harga Mati sampai Kapanpun tidak boleh diganti dengan Idiologi lain demi keutuhan Bangsa. Tutupnya.

Deden

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.