Selamat ulang tahun pangkajene dan kepulauan


faktualsulsel.com-Setelah melakukan dua kali perilisan hasil survei terhadap elektabilitas Caleg DPR RI Dapil Sulsel 3 ( Rilis pertama Tanggal 03 Februari dan rilis Kedua Tanggal 06 Februari 2024 ), Visi Indonesia kembali merilis hasil survei Tahap akhir yang merangkum seluruh hasil survei berdasarkan elektabilitas partai politik dan elektabilitas Caleg DPR RI di Dapil Sulsel 3 dari tiap Partai Politik yang memiliki peluang untuk menjadi pemilik quota 7 kursi di Sulawesi Selatan 3.

Metode yang di gunakan adalah menghitung Agregat Elektoral hasil survei Tahap Pertama dan Tahap Kedua berdasarkan Jumlah DPT/Pemilih di setiap basis Geopolitik masing masing Caleg. Dengan Hitungan maksimal agregasi 63% : 37%. Artinya Keterpilihan Caleg DPR RI sangat bergantung pada sebaran suara di Basis Geopolitik masing-masing. Hasilnya, Rusdi Masse bisa memaksimalkan suara di basis utamanya 63% berbanding 37% di luar Basis Geopolitiknya, menyusul Welem sambolangi dan Putri dakka di basis masing-masing. ( selengkapnya lihat grafik di bawah)

Berdasarkan sebaran suara di basis dan non basis, berikut Proyeksi peluang keterwakilan Caleg DPR RI yang berpeluang di Dapil Sulsel 3. Ini hanya proyeksi, hasil akhir masih sangat tergantung kemampuan Caleg memanfaatkan sisa waktu tersisa sebelum hari H.

Keterangan :

  1. Kursi Pertama : Rusdi Masse ( Nasdem )
  2. Kursi Kedua : M. Fauzi / Welem Sambolangi ( Golkar)
  3. Kursi Ketiga : La Tinro La Tunrung ( Gerindra )
  4. Kursi Keempat : Dewi Sartika Pasande/Dhevy Bijak ( Demokrat )
  5. Kursi Kelima : Putri Dakka/Aslam Patonangi ( Nasdem )
  6. Kursi Keenam : Irwan Hamid/Amran ( PKB)
  7. Kursi Ketujuh :
    • Muslimin Bando ( PAN)
    • Sarce Bandaso ( PDI P )
    • Welem Sambolangi/ M. Fauzi ( Golkar )
    • Unru Baso, Andi Muzakkar, Damayanti Batti, Abdy Baramuly ( Gerindra )
    • Darwis Ismail ( PPP)

Persaingan sengit terjadi di posisi kursi pertama Golkar dan Kursi Kedua Nasdem. Di Golkar, dalam temuan survei kami, selisih elektabilitas antara incumbent M.Fauzi dan Welem Sambolangi hanya terpaut 0,4 %,.
Jika di konversi dari Jumlah DPT. 1.923.479 pemilih dan mengurangi angka partisipasi maksimal di 75% partisipasi untuk Caleg DPR RI, maka selisih suara antara M. Fauzi dan Welem Sambolangi hanya di kisaran 4.500-6000 suara.

Agregat elektoral ini terhitung dari hasil survei sejak tanggal Rilis Pertama 03 Februari lalu. Hasil akhir, tentu sangat tergantung dari kerja elektoral mereka dari tanggal 03 Februari s/d tanggal sebelum masa tenang kampanye, hingga hari H pencoblosan. (lihat bagan)

“Jika dalam minggu terakhir, Welem Sambolangi berhasil membangun jejaring suara yang lebih luas di basis utamanya di Tana Toraja dan Toraja Utara, bukan tidak mungkin kursi pertama Golkar akan menjadi milik perwakilan Tana Toraja melalui Partai Golkar,“ terang Direktur Eksekutif Visi Indonesia, Saparuddin Santa dalam keterangannya.

Pertarungan yang sama terjadi di posisi kursi kedua Nasdem, antara Putri Dakka dan Aslam Patonangi, yang bersaing ketat memperebutkan tiket kursi kedua Nasdem, dengan selisih yang juga tidak terlalu jauh yaitu 0,6 %.

“Sama dengan Welem Sambolangi, Jika Putri Dakka mampu mengelola suara-suara bimbang di basis utamanya di Luwu Utara dan Palopo, maka peluang menambah suara akan lebih terbuka untuk Putri Dakka” Kata Saparuddin Santa.

Pertarungan selanjutnya, terjadi di perebutan kursi ketujuh antara Caleg PAN, PDI P, Golkar, Gerindra, dan PPP. “Hitungan lembaga kami, Visi Indonesia, Partai yang mencapai suara Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) dengan metode Sainte Lague dengan jumlah suara setelah hitung Sainte Lague, antara 100.000-115.000 suara partai, yang akan menempati kursi ke-7.

Jadi Partai- Partai yang berebut suara di Kursi Ketujuh level amannya adalah diatas 115.000 suara” lanjut Saparuddin Santa.

“Kuncinya, untuk meraih suara terbanyak, secara teori, siapapun yang bisa mencapai Aggregat 70% di basis Geopolitinya, itulah yang akan meraih suara terbanyak di tiap partai, dan berpeluang menempati kursi pertama di Partai dan dapilnya” Kunci Saparuddin Santa dalam keterangan tertulisnya yang di kirim ke redaksi kami.

(**/Bahtiar A)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *