Pangkep, faktualsulsel.com – Program “Bina Desa” yang digagas Universitas Jember sejak tahun 2016, dengan terlaksananya pada tataran KKN TEMATIC dimana seluruh mahasiswa wajib melaksanakan KKN tematic, ternyata membawa dampak positif bagi sektor perekonomian masyarakat desa binaan.

Berdasarkan data pada Universitas Jember, terhitung mulai tahun 2018 hingga akhir tahun 2021, ada sekitar 370 lebih desa binaan yang mampu berkembang khususnya pada sektor ekonomi dan pariwisata.

Semakin bertambahnya jumlah desa binaan itu tidak terlepas dari peran kepala desa yang proaktif berkolaborasi antar desa dan universitas Jember dan terbentuk dalam 3 wadah media digital sebagai sarana komunikasi.

Salah satu desa binaan adalah Bulu Cindea di kecamatan Bungoro kabupaten Pangkep yang berhasil dalam pengembangan ekonomi masyarakat dan pariwisata.

Olehnya itu, tahun ini desa Bulu Cindea kembali mendapat kepercayaan menjadi desa binaan LP2M Universitas Jember tahun 2022 -2025 dan satu satunya di Sulawesi Selatan.

Menurut Kepala Desa Bulu Cindea Made Ali yang saat ini berada di Universitas Jember menyampaikan Bahwa di pilihnya kembali desanya sebagai program berkelanjutan dari program Bina Desa sebelumnya yang mampu membawa program pengembangan desa berbasis pariwisata, dan akan terus memberikan terobosan inovasi agar selaras dengan program pemerintah dalam hal pengembangan sektor pariwisata.

” Alhamdulillah kembali di percaya menjadi desa binaan, semoga dengan kerjasama Universitas Jember ini bisa terus meningkatkan ekonomi kreatif warga desa dan menghadirkan sektor pariwisata handal.” Ungkapnya.

Menurut Made Ali, sebelumnya sebagai desa binaan Universitas Jember desa Bulu Cindea bisa mewakili kompetisi tingkat nasional pada program desa nusantara oleh kementerian desa pada tahun 2019 kemarin dan masuk dalam 20 besar, sehingga ini merupakan terobosan terbaik dalam hal pembinaan masyarakat desa menuju ekonomi kreatif dan memajukan desa tertinggal.

Deden

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.