TANA TORAJA, FaktualSulsel. com — DPD II KNPI Tana Toraja melaksanakan Rapat Kerja Daerah, Sabtu (24/09/22) di Gedung Kemenag Tana Toraja, setelah dua minggu bergeser dari jadwal yang sebelumnya diberitakan adalah pada tanggal 12 September.

Kegiatan yang mengusung tema ”Pemuda berdaya, bangkit, tangguh dan produktif membangun Tana Toraja lebih maju” ini dibuka oleh Drs. Anton Toding Kadis Pemuda dan Olahraga, di awal diisi dengan orasi ilmiah kebangsaan yang diantar dengan gaya orasi Rendra oleh Sumartoyo, S.Pd.,M.Si. Orasi mengangkat judul “Pemuda dalam arus perubahan, menuju megatrend dunia 2030-2045” berisi gambaran kompleks perubahan yang dialami oleh dunia akibat dari kecepatan perkembangan teknologi, emerging economic, demografi, dan situasi global yang tidak menentu.

Rakerda didesain berbeda dari rakerda KNPI yang pernah dibuat di Tana Toraja. “Kali ini kita tidak main-main. Kegiatan orasi dan talkshow yang dikemas dengan substansi yang tajam meruapakan representasi dari program kerja komisi,” ucap Sumartoyo selaku Ketua Panitia kegiatan.

Sebagai tamu undangan, hadir untuk memberi pandangan terkait peran pemuda sesuai tema antara lain: Wellem Sambolangi Ketua DPRD Tana Toraja yang sejak pelantikan KNPI serius mendukung pemuda, Usman Senong, S.Ag., M.H. Kakankemenag Tana Toraja, Pemerhati perempuan dan anak Dr. Ester Ryan Mega M., Rizal Randa Ketua Umum KPU, dan John Rende Mangontang tamu terakhir yang mengisi panggung talkshow. Sebagai MC Talkshow adalah Marnolinus Ledon, S.Pd.

Talkshow berjalan cukup alot dengan pemaparan dari narasumber yang langsung mengupas substansi pemuda dalam berbagai aspek kehidupan. Restu Tangaka, S.Ag. Ketua DPD II KNPI Tana Toraja menerangkan bahwa kegiatan semacam ini akan terus diangkat karena ada banyak isu kepemudaan yang harus dicermati oleh pemerintah, dan sebaliknya pemuda juga sudah cerdas untuk berkreasi, dan memahami bahwa mereka ingin membantu daerah dengan SDM yang tersedia, namun hingga kini KNPI Tana Toraja belum dikasih ruang menyatakan kompetensi yang mereka punya.

Rakerda yang berlangsung hingga jam 18.00 wita itu menghasilkan puluhan program strategis tiap komisi yang akan diimplementasikan sepanjang tahun 2023 – 2025. Program prioritas didaulat untuk dieksekusi mulai akhir bulan September 2022 dengan alokasi pembiayaan untuk beberapa program di awal dilakukan secara swadaya. Menurut informasi, Pengurus KNPI sudah melayangkan proposal bantuan hibah. Menurut Restu dana hibah tersebut jika cair akan langsung digunakan untuk membiayai berbagai program yang langsung bersentuhan dengan urgensi pemuda.

Menjelang rakerda berakhir, Korwil DPD I KNPI Sulsel Bung Richard tidak henti-hentinya mengawal rakerda dan memberi masukan kepada pimpinan sidang dan peserta agar program yang dirancang memenuhi unsur kreatif, kekinian, dan mudah diakses secara mobilitas.

Penulis: Hajar Aswad

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.