Selamat ulang tahun pangkajene dan kepulauan


faktualsulsel.com-Kepolisian Resor Toraja Utara (Polres Torut) menggelar latihan pra operasi (Lat Pra Ops) Bina Waspada Lipu tahun 2023 bertempat di Aula Mapolres Toraja Utara, Panga’ Lembang Tondon Kec. Tondon Kab. Toraja Utara, Senin (28/08/2023)

.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kabag Ops Kompol Marthen Tangallo, Kasat Intelkam AKP Petrus Sandale, S.An, Kasi Propam AKP Lewi Tandi Arung, Kasat Binmas IPTU T. Sirenden, serta seluruh Personel lainnya yang terlibat dalam operasi Bina Waspada Lipu tahun 2023.

Latihan Pra Ops Bina Waspada Lipu 2023 yang digelar mengangkat tema “Dengan Pelatihan Pra Operasi Bina Waspada Lipu 2023, Kita wujudkan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif serta bebas dari ancaman terorisme dan radikalisme menjelang Pemilu tahun 2024 di Wilayah Hukum Polres Toraja Utara.

Operasi Bina Waspada Lipu yang mengedepankan fungsi Satuan Binmas tersebut dalam rangka memelihara Harkamtibmas terhadap berbagai bentuk radikalisme, ideologi, kelompok ekstrim kanan/kiri, separatisme, kelompok aliran agama/kepercayaan yang sesat yang berpotensi menimbulkan keresahan dan gangguan Kamtibmas.

Dalam sambutannya, Kapolres Toraja Utara AKBP Zulanda, S.IK., M.Si melalui Kabag Ops Kompol Marthen Tangallo mengungkapkan bahwa pelaksanaan tugas Operasi Bina Waspada Lipu 2023 merupakan Amanah yang harus dilaksanakan oleh setiap anggota terkhusus anggota yang namanya ikut terlibat dalam surat perintah.

Dalam upaya mengoptimalkan pelaksanaan operasi, Lat Pra Ops digelar dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para personel yang terlibat dalam operasi, terutama dalam bertindak nantinya sehingga tidak ada yang melanggar SOP, terangnya.

Dijelaskannya, Adapun sasaran dari operasi yang digelar yaitu meningkatkan kesadaran dan peran serta Masyarakat dalam mendukung tugas Polri guna mencegah/menghilangkan aliran kelompok intoleran dan radikalis serta anti pancasila baik agama maupun ideologi, aliran kelompok ekstrim kanan dan kiri, serta aliran kelompok agama/kepercayaan yang sesat dalam Masyarakat.

Selain itu, agar terbebasnya Masyarakat maupun generasi muda dari pengaruh intervensi dari paham radikalisme/ISIS, hingga terwujud daya tangkal, daya cegah dan daya penanggulangan terhadap sumber-sumber gangguan Kamtibmas, dan terjaminnya stabilitas Kamtibmas dalam melaksanakan kebebasan beragama, tambahnya.

“Operasi yang berlangsung selama 14 hari dimulai pada tanggal 29 Agustus hingga tanggal 11 September 2023 ini, dalam pelaksanaannya dilakukan dengan mengedepankan tindakan preemtif dan preventif,” ujarnya.

(**/Bahtiar A)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *