Tana Toraja, FaktualSulsel. Com – Situasi penanganan darurat penyakit mulut dan kaki di Kab. Tana Toraja masih terus berlanjut, penyakit yang menyerang hewan ternak ini telah menjadi prioritas penting dari pemerintah yang memang memerlukan penanganan serius dan bersama – sama oleh semua pihak.

Tiga Pilar, TNI – Polri dan Pemerintah Kab. Tana Toraja, bekerja secara terpadu melakukan berbagai upaya, diantaranya adalah pembentukan pos penanganan PMK di 3 perbatasan, yang bertugas untuk mencegah arus penyebaran PMK melalui jalur angkut muat kendaraan hewan.

Di Pos Penanganan ini melibatkan Tim Terpadu dari personil Polres Tana Toraja, Kodim 1414 Tator, Sat Pol PP dan Dishub, serta melibatkan pula paramedik kesehatan hewan, yang sampai saat ini masih bekerja di Pos Perbatasan salubarani, pos perbatasan rantelemo dan pos perbatasan simbuang.

Sebagai dukungan penanganan darurat PMK, Sat Samapta Polres Tana Toraja pun turut memberikan andil dari sisi aspek pencegahan melalui giat patroli rutin yang menyambangi berbagai lokasi – lokasi ternak hewan.

Patroli upaya pencegahan ini dipimpin oleh Kasat Samapta AKP. Gunarni Munda, SH, yang menurunkan Tim Patmornya.

Disebutkan oleh Gunarni Munda, dalam 2 hari terakhir, patroli
yang di pimpinnya menyambangi sejumlah lokasi hewan ternak.

“ Iya, dalam dua hari terakhir, kita lakukan pengecekan terhadap hewan ternak, yang bertujuan untuk antisipasi penyebaran PMK yang tidak dilaporkan oleh warga, lokasinya di Tondon Mamullu, Garonggong, Kampung Baru Kec. Makale dan Mendetek Kec. Makale Selatan “. Sebut Gunarni Munda saat di mintai keterangan.

Saat di Tondon Mamullu, lanjut Gunarni Munda, ia temukan ada satu ekor hewan ternak yang masih dalam kondisi sakit.

“ Iya, kondisinya saat ini menurut pemiliknya masih sakit, mengeluarkan lendir dari mulut dan hidung, serta tidak bisa berdiri karena kukunya terlipat, temuan ini akan kami teruskan ke pihak terkait, dan untuk wilayah lain, hasil patroli tidak menemukan hewan ternak yang sakit, memang ada yang pernah terjangkit, namun sudah sembuh secara klinis “. Tuturnya.

Di lain sisi, Drh. Leriarni Tumanan, yang di konfirmasi melalui sambungan selulernya, merespon temuan ini.
“ Penyampaian dari AKP. Gunarni Munda sudah kami terima, dan rekan – rekan paramedis kami pun segera tindak lanjuti dengan mendatangi lokasi yang di tunjukkan oleh beliau, untuk hal ini kami ucapkan terimakasih kepada Sat Samapta Polres Tana Toraja atas dukungannya “. Kata Drh. Leriarni Tumanan, Medik Veteriner Dinas Pertanian Kab. Tana Toraja.

Informasi lainnya yang perlu diketahui adalah Data penanganan Penyakit Mulut dan Kuku yang dikeluarkan oleh Dinas Pertanian Kab. Tana Toraja periode hari rabu 20 Juli 2022, menyebutkan sebanyak 31 hewan terkonfirmasi sembuh secara klinis dan 2 ekor masih dalam kondisi penanganan (sakit).

“ 1 kasus di Kec. Mengkendek, dan 1 kasus lagi di Kec. Gandasil, jadi masih ada 2 kasus hewan terjangkit yang saat ini dalam penanganan, 31 lainnya dinyatakan sembuh secara klinis “. Sebut Drh. Leriarni Tumanan membenarkan data yang di keluarkan oleh Dinas Pertanian.

( mf )

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.