Maros, faktualsulsel.com – Kegiatan pemdampingan Desa Wisata dalam Rangka fasilitas pelatihan masyarakat Desa wisata Kampung Toddopulia kabupaten maros 15 juli 2019.

Aspek pengembangan SDM pariwisata dan hubungan antar lembaga deputi bidang pengembangan Indutsri dan kelembagaan kementrian pariwisata Republik Indonesia bertempat di gedung kantor Desa Toddopulia kabupaten maros.

Dalam wawancara singkat dengan bapak Drs Duta Indra Siregar, MM dari kementerian parawisata jakarta pusat jalan medan barat no 17,mengatakan kami baru pertama kali datang di Desa toddopulia kecamatan tanralili kami sangat tertarik di kampung bambu ini, sangat berpotensi apabila ke depannya di kembangkan disini udaranya sejuk masyarakatnya Rama rama nantinya dalam pengembangannya akan ada pemdampingan dari universitas fajar memang perlu di tata sedemikian rupa mulai dari pasilitas umum seperti wc tempat makan kerajinan tangan terbuat dari bambu sehingga wisata kampung Bambu ini mempunyai ciri has tersendiri dan punya daya tarik sehingga pengunjunnya tamba ramai.

Kampung bambu di Desa toddopulia ini lokasinya luas bedah kalau seperti Negara jepang kampung bambunya kecil sama seperti Di bali kampun bambunya buatan kalau di Desa toddopulia
Betul betul kampung Bambunya Asli
dan Alami ungkapnya.

Di tempat yang sama,kepala Desa Toddopulia kecamatan Tanralili A.Abbas karaeng suro menambahkan kami mengucapkan banyak terima kasih pada Universitas fajar makassar yang telah memfasilitasi kegiatan pelatihan ini kami selaku pemerintah Desa Toddopulia mengucapkan selamat datang rombongan dari kementrian pusat di Desa Toddopulia adanya kegiatan pelatihan ini kami mengharapkan kampung Bambu ini semakin di kenal di masyarakat,kami ingim bambu itu ada nilainya tersendiri karena bambu itu juga bagian dari kontruksi bangunan harga bambu dari dulu harganya tidak naik mudah mudahan dengan adanya pelatihan ini maysarakat tau bagaimana berusaha membuat kerajinan terbuat dari bambu yang ada,harga jualnya di masyarakat harapan kami mudah mudahan kampung bambu ini bisa menjadi obyek wisata yang di kenal di kanca nasional dan mayasrakat internasional.

Laporan:Zaenal